This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tuesday, October 19, 2010

Logika Latihan Kang Akmal

Pada kesempatan kali ini, saya akan mempostingkan tentang Logika Latihan yang di sampaikan Kang Akmal di forum HI, walaupun mungkin dengan saya sendiri belum kenal tapi dikarenakan isi dari pendapatnya bagus buat kita semua, terutama yang menekuni teknik latihan di LSBD HIKMATUL IMAN INDONESIA. ***SELAMAT MENIKMATI***
Alkisah dahulu, ketika saya (Kang Akmal) baru saja masuk HI, beredarlah kabar bahwa HI adalah sebuah perguruan yang memiliki banyak versi jurus. Kabar ini disikapi berbeda oleh orang2. Ada yg menyangkal bahwa jurus2 itu berbeda2 versinya, dan mengatakan bahwa yg terjadi adalah kesalahan pemahaman murid2nya. Tapi ada yg malah mengatakan bahwa itulah kehebatan HI, karena masing2 murid bisa menginterpretasikan keilmuannya sendiri2. Sebagai Pradasar, saya hanya bisa jadi pengamat saja tanpa bisa menentukan sikap.

Dari Pradasar, ke Dasar 1, lalu ke Dasar 2, lalu ke Dasar 3, lalu ke Dasar 4. Pada tingkatan Dasar 4 inilah baru saya cukup banyak berinteraksi dengan Kang Dicky. Tentu saja, setiap kali ketemu beliau -- baik dlm situasi diskusi biasa atau dlm latihan -- pasti selalu saya manfaatkan untuk mengkonfirmasi pemahaman keilmuan HI saya. Dari diskusi dan mendengarkan penjelasan beliau, saya temukan banyak sekali "ooh..."

"Ooooh ternyata sungsang tidak dilarang secara mutlak!"

"Ooooh ternyata teknik2 tarung di HI seperti itu!"

"Ooooh ternyata hawa panas itu beneran panas, bukan hangat!"

Episode "Ooooh" yang paling heboh dalam ingatan saya adalah ketika dalam latgab di ITB waktu Kang Dicky menjelaskan tentang penyaluran pada Jurus Angin 1. Menurut beliau, pada saat tahan napas, semua pikiran dan perasaan difokuskan untuk merasakan hawa panas di dada. Pada saat buang napas, semua pikiran dan perasaan difokuskan untuk merasakan hawa panas di telapak tangan yang mendorong. TITIK. Jadi tidak ada instruksi untuk merasakan 'perjalanan' hawa panas dari dada ke telapak tangan dan sebaliknya. Beberapa waktu setelah itu, saya diskusi dengan Kang Gunadi dan mendapat penjelasan bahwa instruksinya memang sesederhana itu. Kalau kita fokus pada 'perjalanan' hawa, maka konsentrasi akan rusak, akhirnya target tidak tercapai.

Saya ingat betul dalam latgab itu banyak wajah yang kaget, banyak mulut menganga karena baru menyadari bahwa latihannya selama ini salah (minimal kurang efektif). Sudah bertahun-tahun dilatih, ternyata salah.

Ada beberapa hal yang perlu kita pahami di sini.

Pertama, Kang Dicky kadang memberikan jawaban yang sama untuk dua pertanyaan yang berbeda. Misalnya untuk sungsang, adakalanya beliau melarang muridnya untuk melarang latihan tsb, tapi adakalanya juga tidak. Hal ini terjadi karena perbedaan konteks. Mungkin murid yg satu dianggapnya belum mampu utk latihan sungsang dan khawatir ada kesalahpahaman, sedangkan murid yg satunya lagi dianggap sudah memahami latihan sungsang yg benar.

Kedua, seringkali kita memberikan interpretasi sendiri atas instruksi Kang Dicky, sehingga instruksi sederhana seperti pada Jurus Angin 1 kita tambahkan dengan asumsi kita sendiri. Sebenarnya hal ini tidaklah 'salah' (dgn tanda kutip), karena ini adalah bukti bahwa akal kita bekerja secara kritis. Secara naluriah kita 'mengisi kekosongan': karena hawa panas dirasakan di dada, kemudian di telapak tangan, maka pasti ada perjalanan di antaranya. Akan tetapi asumsi ini haruslah terus dikritisi, dan dijadikan kesimpulan sementara, sebelum akhirnya dikonfirmasi kepada para senior. Kalau sebuah asumsi dianggap sebagai kesimpulan akhir, maka bisa jadi kita akan mengalami kecelakaan fatal, terutama kalau kesalahan itu terjadi dalam konteks latihan TD.

Terkait hal ini, saya berharap kita bisa mengumpulkan referensi2 yg benar dan bisa dipertanggung jawabkan. Dalam beladiri pasti ada hirarki keilmuan. Urutannya: GU-Wasdal-PU-Pelatih-Aspel-senior. Hirarki ini membawa bbrp konsekuensi di bawah ini.

Jika instruksi dari yg hirarkinya ada di atas bertentangan dgn yg di bawahnya, maka kita harus ikuti yang di atas. Misalnya kalau kata2 GU bertentangan dengan penjelasan Aspel, ya sudah pasti kita harus ikuti GU.

Akan tetapi, kita jg perlu ingat masalah kontekstualisasi di atas, yaitu bahwa GU kadang memberi dua penjelasan yg berbeda, bahkan berlawanan, misalnya antara "Tidak boleh sungsang" dan "Silakan latihan sungsang". Pemecahannya, untuk sementara penjelasan Aspel yg bertentangan dgn GU tadi kita kesampingkan dulu, untuk kemudian dikonfirmasi ke GU kalau-kalau ada konteks yang tidak kita pahami. Cara ini lebih safe daripada harus mengira-ngira jawaban mana yang benar.

Kasus lain sudah dibicarakan oleh Kang Kian Santang di thread lain. Menurut beliau, kalau opsi yg dibolehkan adalah A&B, maka kita tidak boleh membatasi hanya pada A saja. Demikian jg kalau Kang Dicky bilang hanya A titik, maka kita tidak boleh membatasi pada A, dengan meninggalkan "hanya" dan "titik"-nya.

Akan tetapi, kadang masalahnya mengambil bentuk yang lain. Misalnya opsi yg dibenarkan adalah A & B, sedangkan yg kita tahu dari Kang Dicky hanya A (karena, sekali lagi, Kang Dicky sering bicara berdasarkan konteks). Maka membatasi diri pada opsi A, dgn alasan opsi itulah yg sudah kita konfirmasikan, sedangkan opsi B belum kita ketahui konfirmasinya, masih lebih baik daripada mengira-ngira adanya opsi lain di luar A. Sebab, dengan mengira-ngira, belum tentu kita sampai pada opsi B, melainkan bisa nyasar ke opsi C, D, E dst. Kalaupun proses mengira-ngira itu sampai jg pada opsi B, maka itu terjadi secara kebetulan, bukan karena metode yang benar.

Dalam contoh Jurus Angin tadi, sebenarnya opsi yg dibenarkan hanya satu. Hanya saja karena mengira-ngira, muncullah opsi lainnya, yaitu merasakan 'perjalanan' hawa tadi. Karena mengambil opsi yg belum dikonfirmasi, akhirnya terjadilah kesalahan berjama'ah yg berlangsung selama bertahun-tahun. Inilah pentingnya kita berpegang teguh pada metode yg benar. Tentu saja, ini bukan berarti kita harus menghentikan kerja akal kita, karena itu adalah hal yg kontraproduktif (lagipula tidak mungkin). Hanya saja, setiap pendapat pribadi sebaiknya dikonfirmasi dulu ke senior agar tidak terjadi kesalahpahaman dlm keilmuan HI.

Konsekuensinya, dalam diskusi di forum ini, kita pun harus selalu mencantumkan referensi yg jelas, yg bisa dilihat dari bentuk kalimatnya. Misalnya kalimat yg diawali dgn "Menurut saya...", nah ini jelas kesimpulan sendiri. Kesimpulan sendiri baiknya kita diskusikan bersama. Kalau memang pendapat yg kita ajukan adalah keterangan GU, maka harus diklarifikasi juga bahwa itu adalah pendapat GU. Supaya clear. Saya berharap forum ini bisa jadi forum diskusi ilmiah dimana kita membicarakan referensi-referensi yang kita punya, kita cermati perbedaan2nya (kalo ada), dan kita carikan penjelasan terangnya, jika memang perbedaan tsb muncul karena masalah konteks.
Jika Akang/Teteh ingin lebih jelas kupasannya kunjungi thread ini http://forum.hikmatul-iman.com/viewtopic.php?f=4&t=163

Saturday, September 25, 2010

Jangan Biarkan Hatimu Mati

“Diantara tanda-tanda matinya hati adalah jika anda tidak merasa susah ketika kehilangan keselarasan taat kepada Allah, dan tidak menyesali perbuatan dosa anda.”
Hati yang mati disebabkan oleh berbagai penyakit kronis yang menimpanya. Manakala hati seseorang tidak sehat, maka hati tentu sedang terserang penyakit-penyakit hati. Penyakit hati itu begitu banyak yang terkumpul dalam organisasi Al-Madzmumat, dengan platform gerakan yang penuh dengan ketercelaan dan kehinaan, seperti takabur, ujub, riya’, hubbuddunya(mencintai dunia), kufur, syirik, dan sifat-sifat tercela lainnya. Ketika sikap-sikap mazmumat ini dihadapan pada kepentingan Allah, maka akan muncul tiga hal:
Manusia semakin lari dari Allah, atau dia justru memanfaatkan simbol-simbol Allah untuk kepentingan hawa nafsunya, atau yang terakhir dia dibuka hatinya oleh Allah melalui HidayahNya.

Ibnu Ajibah menyimpulkan dari al-Hikam di atas, bahwa kematian hati (qalbu) karena tiga hal:
1. Mencintai dunia,
2. Alpa dari mengingat Allah,
3. Membiarkan dirinya bergelimang maksiat.

Sebaliknya faktor yang menyebabkan hati hidup, juga ada tiga:
1. Zuhud dari dunia
2. Sibuk dizikrullah
3. Bersahabat dengan Kekasih-kekasih Allah

sedangkan tanda-tanda kematian hati juga ada tiga:
- Jika anda tidak merasa susah ketika kehilangan keselarasan taat kepada Allah.
- Tidak menyesali dosa-dosanya.
- Bersahabat dengan manusia-manusia yang lupa pada Allah yang hatinya sudah mati.

Kenapa demikian? Karena munculnya kepatuhan kepada Allah merupakan tanda kebahagiaan hamba Allah, sedang munculnya hasrat kemaksiatan merupakan tanda kecelakaan hamba. Apabila hati hidup dengan ma’rifat dan iman maka faktor yang menyiksa hati adalah segala bentuk yang membuat hati menderita berupa kemaksiatan hati kepada Allah. Yang membuatnya gembira adalah faktor ubudiyah dan kepatuhannya kepada Allah.Boleh saja anda mengatakan: Jika seorang hamba Allah bisa taat dan melaksanakan ubudiyah, itulah tanda bahwa hamba mendapat Ridlo Allah. Hati yang hidup senantiasa merasakan Ridlo Allah, lalu bergembira dengan ketaatan padaNya.

Jika seorang hamba Allah bermaksiat kepadaNya, itulah pertanda Allah menurunkan amarahNya. Hati yang mati tidak merasakan apa-apa, bahkan sentuhan taat dan derita maksiat tidak membuatnya gelisah. Sebagaimana yang dirasakan oleh mayit, tak ada rasa hidup atau rasa mati.Rasulullah saw, bersabda, “Orang yang beriman adalah orang yang digembirakan oleh kebajikannya, dan dideritakan oleh kemaksiatannya.”

Soal Respon Terhadap Dosa Namun, Ibnu Athaillah mengingatkan, agar dosa dan masa lalu, jangan sampai membelenggu hamba Allah, yang menyebabkan sang hamba kehilangan harapan kepada Allah. Karena itu, rasa bersalah yang berlebihan yang terus menerus menghantui hamba harus dibebaskan dari dalam dirinya. Sang hamba harus tetap optimis pada masa depan ruhaninya di depan Allah.

Kebesaran ampunan Allah tidak bisa dilampaui oleh seluruh dosa-dosa hambaNya. Ampunan Allah lebih agung, lebih besar dan lebih kinasih, pada hambaNya yang bertobat. Karena itu Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan menyucikan diri.”Oleh sebab itu jangan sampai perbuatan maksiat itu membuat hamba-hamba Allah menjadi Su’udzon kepada Allah.

“Dosa besar apa pun, jangan sampai menghalangi Husnudzon (baik sangka) anda kepada Allah.”
Wacana ini sekaligus mengingatkan kita pada pembuka kitab Al-Hikam, “Diantara tanda-tanda bergantung atau mengandalkan amal adalah rasa pesimis kepada rahmat Allah ketika sang hamba berbuat dosa.”

Jika anda masih mengandalkan amal, bukan mengandalkan Allah, berarti anda akan pesimis jika kesalahan menimpa anda. Padahal kita harus menggantungkan diri pada Allah, mengandalkan Allah, bukan mengandalkan amal. Karena mengandalkan amal, bisa menciptakan rasa arogansi spiritual, dengan merasa paling banyak beramal dan taat, kemudian merasa paling benar, paling dekat dengan Allah.

Dalam soal harapan dan ketakutan, biasanya hamba terbagi menjadi tiga golongan;

  • Golongan pemula, biasanya terliputi oleh rasa khawatir dan takut, dibanding dorongan harapan.
  • Golongan menengah, biasanya seimbang antara harapan dan ketakutannya.
  • Golongan yang sudah sampai kepada Allah, lebih didominasi rasa harapan yang optimis kepada Allah.
Inilah yang tergambar pada saat gurunya Al-Junaid, Sarry as-Saqathy dalam kondisi
Maqbudl (terhimpit oleh suasana ruhaninya dalam Genggaman Allah). “Ada apa gerangan wahai paman?” Tanya Junaid. “Oh, anakku, ada seorang pemuda datang kepadaku, kemudian bertanya padaku, “Apakah hakikat taubat itu?”. Aku jawab, “hendaknya engkau tidak melupakan dosa-dosamu…”. Tapi pemuda itu mengatakan sebaliknya, “Tidak. Tapi justru hendaknya engkau melupakan dosa-dosamu..” Lalu pemuda itu keluar begitu saja.Kemudian al-Junayd menegaskan, “Ya, menurutku yang benar adalah kata-kata si pemuda tadi. Karena itu jika aku berada di musim panas, lalu mengingat musim dingin, berarti aku berada di musim dingin.”

Pandangan As-Sary, benar, bagi para pemula. Sedangkan pandangan al-Junaid untuk mereka yang sudah sampai kepada Allah.Bagaimana respon mereka yang mencapai tahap Ma’rifatullah? “Siapa yang ma’rifat kepada Allah maka semua dosa adalah kecil di sisi KemahamurahanNya.”Maksudnya, jika kita mengenal sifat dan Asma Allah yang Maha Murah, para hamba akan terus optimis terhadap ampunan Allah, karena tidak ada yang melebihi kebesaran dan keagungan ampunan Allah. Sampai-sampai Rasul Allah SAW, menegaskan dalam hadits, “Jika kalian semua berdosa, sampai dosa itu memenuhi langit, kemudian kalian bertobat, Allah pun mengampuni kalian. Jika sudah tidak ada lagi hambaNya yang berbuat dosa, lalu datang para hamba Allah yang berbuat dosa, para hamba ini pun memohon ampun kepada Allah, maka Allah juga mengampuni mereka….. Karena sesungguhnya Allah Maha Ampun lagi Mengasihi.”
Namun, seorang hamba tidak boleh terjebak oleh ghurur, dengan alibi, mengabaikan dosa, dan menganggap enteng dosa-dosa itu.
Hal demikian ditegaskan lagi oleh Ibnu Athaillah:
“Tak ada dosa kecil jika anda berhadapan dengan KeadilanNya, dan tak ada dosa besar jika anda berhadapan dengan FadhalNya.”
Hikmah ini harus difahami di dunia ini dengan penafsiran demikian:
Apabila seorang hamba berbuat kepatuhan, ketaatan, ubudiyah, berarti itulah tanda bahwa sang hamba mendapatkan limpahan FadhalNya Allah.
Sebaliknya jika sang hamba bermaksiat, menuruti hawa nafsunya, berarti merupakan pertanda bahwa si hamba berhadapan dengan KeadilanNya.Tak ada yang lebih kita takutkan dibanding kita menghadapi Keadilan Allah, dan tak ada yang lebih dahsyat harapan kita dibanding kita menyongsong Fadhal dan RahmatNya.

Wallohu 'a-lam bishshowab...

Saturday, April 17, 2010

SEKRETARIAT DAN JADWAL LATIHAN

Bagi Akang dan Teteh anggota LSBD Hikmatul Iman Indonesia mulai sekarang dan seterusnya Jadwal Latihan dan Kesekretariatan dipindahkan ke



SMKN 3 KARAWANG perum kondang asri,
ds.kondang jaya kec. karawang timur
Karawang
JADWAL LATIHAN


Hari Sabtu jam 14.30
Hari Minggu jam 08.00


AlamatSekretariat :


Perum Kondang asri blok CC.2 No.26 Rt.31 Rw.07
ds.kondang jaya kec.klari Karawang


Contac Person Pelatih Hubungi

Kang Agus Supartono : 08567764126
Kang Candra Praja : 085649892067

Tuesday, April 14, 2009

Photo Ahenk

Photo ini diambil saat Acara Latihan di Pantai Pakis, Rengas Dengklok Kabupaten Karawang




Saturday, January 24, 2009

ILMU PENGOBATAN

Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman Indonesia mengajarkan cara mengobati berbagai macam penyakit, baik akibat gangguan medis maupun gangguan non medis. Pasien kebanyakan adalah orang-orang yang sudah tidak sembuh oleh pengobatan dokter. Di Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman Indonesia diajarkan pula cara mempercepat proses regenerasi sel-sel yang sudah mati sehingga mempercepat proses kesembuhan pasien yang memiliki kelainan atau bagian tubuh yang luka.

Dalam hal ini pengobatan medis tidak ada batasnya. Semua penyakit bisa disembuhkan asal pasiennya sabar. Sebab sistem pengobatan di Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman Indonesia dilaksanakan dengan perlahan-lahan, dan jika dilaksanakan dengan sekaligus khawatir pasien tidak kuat. Pengobatan kita perlahan-lahan asal permanen.

HAKIKAT SISTEM PENGOBATAN HIKMATUL IMAN

Pengobatan yang dilakukan di Hikmatul Iman adalah dengan menpergunakan energi. Energi adalah tenaga yang dipergunakan untuk menggerakkan sesuatu, yang disebut energi gerak/kinetik, sedangkan secara khusus adalah tenaga cadangan tubuh yang dipergunakan dan difokuskan untuk meransang tenaga lain atau dengan kata lain disebut tenaga dalam.

Energi yang dipergunakan dalam pengobatan adalah untuk meransang energi pasien agar dapat bergerak lebih cepat dari sebelumnya sehingga merangsang antibody dan regenerasi sel pasien menjadi lebih cepat.

Menurut kang Dicky, pengobatannya adalah berasal dari tubuh pasien sendiri. Pengobat atau Terapis hanya sebagai katasilator. Adapun maksud dari katasilator adalah pengobatan ini hanya untuk membantu pasien menyembuhkan diri sendiri yaitu membantu sistem kekebalan tubuh pasien agar bereaksi, seperti yang diungkapkan kang Dicky:
“cara pengobatannya adalah berasal dari tubuh pasien sendiri. Pengobat hanya katasilator...sebagai katasilator yaitu pengobatan ini hanya untuk membantu pasien untuk menyembuhkan dirinya. Membantu disini maksudnya adalah membantu sistem kekebalan tubuh yaitu humoral dan selular yang difungsikan agar bereaksi. Jika orang sakit, bakteri itu masuk ke dalam tubuh, kemudian menjadi panas. Itu berarti tubuh mereaksi adanya bakteri tersebut. Dengan begitu di reaksi oleh energi yang ditranfers oleh terapis ke pasien yang gunannya untuk sistem kekebalan tubuh pasien berperan lebih aktif. Proses regenerasi sel dalam tubuh juga diaktifkan/dipancing/dipercepat.”

Menurut Kang Dicky, secara teori tubuh manusia adalah lengkap, bisa mengobati diri sendiri karena dalam tubuh manusia terdapat sistem kekebalan tubuh yang fungsinya melindungi tubuh dari bakteri maupun benda asing lainnya yang berasal dari luar tubuh. Fungsi obat hanya untuk memancing sistem kekebalan tubuh untuk beraksi Kalau kekebalan tubuh itu bisa dipancing oleh tubuh sendiri itu akan lebih aman dan obat hanya menjadi ketergantungan.”

Kekebalan tubuh menurut kang Dicky ada dua bagian, yaitu humoral dan selular:

  1. 1. Humoral, yaitu kekebalan tubuh yang dibentuk oleh cairan-cairan yang dapat mengusir dan membunuh antigen.
  2. 2. Selular, yaitu kekebalan tubuh yang dibentuk oleh sistem sel. Salah satu jenis selnya adalah sel T4. Sel T4 ini yang dirangsang oleh energi yang dihasilkan Adenosin Tryphospat (ATP). Adenosin Tryphospat (ATP) ini berasal dari sel mitokrondia, mitokondria dirangsang energi untuk merangsang Adenosin Tryphospat (ATP). Dan energi ini dapat merangsang kekebalan tubuh/antibody dan proses regenerasi sel tubuh. Mitokondria berdasarkan penelitian Cann & Wilson, 1 cm3 berarti sebesar dadu dapat menghasilkan listrikl 200.000 volt. Jadi kalau difokus bisa menjadi energi yang besar dan dalam sehari-hari manusia itu hanya menggunakan energinya hanya 2,5%.”


Mengenai maksud dari sel mitokondria, kang Dicky mengungkapkan:
“Mitokondria adalah sel-sel dalam tubuh yang menghasilkan Adenosin Tryphospat (ATP), akselelator (untuk mengaktifkan) Q10 (pengaktifnya yang dihasilkan oleh hati. Sedangkan Adenosin Tryphospat (ATP) sendiri menghasilkan energi. Dalam Adenosin Tryphospat (ATP) proses glokusa menjadi energi. Mitokrondia itu terdapat diseluruh tubuh.

Jadi energi yang ditransfer ke dalam tubuh pasien adalah untuk merangsang energi yang ada dalam tubuh pasien. Setelah energinya terangsang maka mengaktifkan energi yang terdapat dalam sistem kekebalan tubuh pasien yaitu humoral dan selular sehingga kekebalan tubuh (humoral dan selular) pasien menjadi lebih baik dan aktif yang akhirnya dapat membunuh bakteri dan antigen serta dapat meningkatkan regenerasi sel menjadi lebih cepat. Kekebalan secara humoral: cairan-cairan tubuh yang berfungsi untuk membunuh antigen, contohnya adalah kalau kita kemasukan penyakit yang berupa bakteri atau mikroba, itu dibunuh oleh cairan tubuh, Sedangkan Selular, satu jenis sel tubuh tubuh yang namanya sel T4 yang berfungsi sebagai pembunuh antigen, contohnya penyakit AIDS/HIV itu terletak di sel T4.

Pengobatan Hikmatul Iman menggunakan dua energi yaitu tenaga dalam dan tenaga metafisik (dilatih sesuai metoda Hikmatul Iman). Cara mentransferkan kedua energi ini untuk pengobatan adalah menggabungkan tenaga dalam dan tenaga metafisika menjadi satu dengan cara, pertama menyalurkan tenaga dalam dulu, kemudian menyerap energi metafisik dari alam. Setelah tergabung kemudian dialirikan secara perlahan-lahan pada tubuh pasien.

Energi yang ada dalam tubuh terapis agar bisa dialirkan atau diradiasikan ke tubuh pasien adalah dengan cara energi yang ada di seluruh tubuh terapis difokuskan ke tangan, setelah terfokus di tangan kemudian diradiasikan ke tubuh pasien.

Untuk membangkitkan energi tubuh dalam terapis adalah dengan pengotimalan oksigen yang diserap ke dalam darah untuk merangsang Adenosin Tryphospat (ATP) supaya menghasilkan energi lebih banyak dan dikumpulkan dalam satu titik yaitu dibawah pusar. Teknik yang dipergunakan untuk membangkitkan energi tersebut yaitu adalah menggunakan olah gerak yaitu jurus-jurus tenaga dalam

Alat yang digunakan dalam pengobatan adalah tangan, karena dalam menerapi tangan digunakan untuk mentransfer energi dari terapis ke pasien adalah tangan. Terapis hanya menempelkan telapak tangan ke tubuh pasien dengan tujuan agar energi terapis bisa ditransfer ke tubuh pasien. Cara pentransferannya adalah dengan mengejangkan otot-otot tangan sehingga energi terapis bisa keluar melalui telapak tangan dan kemudian ditrasfer ke tubuh pasien.

Ilmu Yang di Pelajari di LSBD HI

1. TENAGA DALAM

Pada dasarnya setiap orang memiliki apa yang disebut dengan tenaga dalam, hanya saja mereka tidak mengetahui bagaiman cara membangkitkan atau mengembangkannya. Tenaga dalam itu itu sudah ada sejak manusia dilahirkan. Tetapi tenaga itu masih pasif dan sewaktu-waktu akan bangkit bila orang tersebut dalam keadaan panik, tidur berjalan, terhipnotis atau ketakutan yang luar biasa.

Contoh :
Seseorang yang takut kepada anjing akan memiliki kemampuan yang luar biasa dalam berlari menghindari kejaran anjing yang berlari cepat. Bila terdesak, orang tersebut dapat melompati tembok setinggi 2 m dengan sekali lompat. Rasa takut yang berlebihan tersebut dapat membangkitkan tenaga dalamnya yang sedang 'tidur'. Secara otomatis tenaga dalam tersebut bangkit dan tersalur pada kedua kakinya yang sedang dipergunakan untuk berlari, tetapi setelah berhasil menyelamatkan diri kekuatan itu reda dan energi itu 'tidur' kembali. Kemudian orang itu baru menyadari bahwa dirinya telah melakukan sesuatu yang luar biasa.

Orang yang sedang tidur berjalan dapat melakukan hal-hal yang luar biasa dan tidak wajar apabila orang itu dalam keadaan sadar. Hal itu bisa dilihat dari gerakan akrobatik ketika orang tersebut tidur berjalan, seperti jalan di atas atap rumah atau mengigau tentang kejadian yang akan datang.

Tenaga dalam dapat diolah dan dapat juga melakukan hal-hal yang luar biasa

Proses Terjadinya Tenaga Dalam

Manusia memiliki unsur kimia tubuh (Body Chemistry) yang bernama ATP (Adenosin Tri Phosphate). ATP ini dapat berubah menjadi energi melalui proses metabolisme tubuh. Secara sederhana dapat ditulis sbb :

O2 + ATP + Glikogen Energi

Energi yang dihasilkan oleh ATP tersebut sangat berlimpah-ruah. Malah dapat dijadikan sebagai kekuatan yang luar biasa apabila manusia dalam kondisi kejiwaan tertentu, seperti terhipnotis, panik, tidur berjalan atau trance. Selain itu, ATP juga berfungsi sebagai energi cadangan. Misalnya, setelah kita berolahraga dan kecapaian kemudian bila diistirahatkan sejenak maka tubuh kita akan pulih kembali. Energi yang dihasilkan oleh ATP dalam keadaan sehari-hari berupa panas tubuh, membantu lancarnya penyaluran adrenalin, menghidupkan kimia tubuh untuk membentuk kekebalan tubuh (zat antibodi), menghidupkan aktifitas pencernaan dan menghidupkan semua aktifitas organ dalam tubuh manusia. Berdasarkan penelitian, manusia dalam kehidupan sehari-hari hanya menggunakan sekitar 2,5% dari seluruh fasilitas energi tubuhnya. Sedangkan yang 97,5% lainnya tersembunyi sebagai cadangan di ulu hati.

Permasalahannya adalah bagaiman cara mengoptimalkan dan membangkitkan energi yang tersimpan itu agar dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Apabila kita mampu membangkitkan energi itu sekitar 20% kita akan memiliki kemampuan super, misalnya IQ (Intelegent Quality) akan meningkat hebat, tenaga akan menjadi sangat dahsyat, lompatan menjadi semakin tinggi, kekebalan tubuh semakin meningkat, proses penyembuhan luka terjadi sangat cepat, dapat mengobati berbagai penyakit, ketangkasan dan kecepatan gerak menjadi semakin hebat dan masih banyak kemampuan lainnya yang tidak dapat disebutkan semua.

Bayangkan bila kita dapat membangkitkan seluruh energi cadangan tersebut, manusia dapat mengubah tubuhnya menjadi energi dan dapat melakukan apapun yang dikhayalkan dan dipikirkannya.

Tenaga dalam atau energi cadangan adalah suatu energi yang berpusat pada syaraf-syaraf di sekitar ulu hati dan setelah dibangkitkan akan berkumpul pada salah satu bagian tubuh yang disebut dengan solar plexus atau plexus solaris atau ada juga yang menyebutnya kundalini. Menurut berbagai sumber, kundalini merupakan bagian dari tubuh manusia yang berbentuk 3½ lingkaran, terdapat diantara tulang ekor dan kemaluan di bawah pusar. Bentuknya seperti ular yang sedang bergulung atau melingkar. Sebagai catatan, solar plexus bukan merupakan organ tubuh manusia.

Kundalini ini berfungsi sebagai tempat berkumpulnya energi yang dalam berbagai macam istilah disebut chi, khi, kesah, Lwee-Kang. Sin-Kang, Iwe-Kang atau yang lazim disebut dengan tenga dalam.
Dalam hal ini perlu dijelaskan bahwa sumber tenaga dalam adalah ulu hati, bukan solar plexus seperti anggapan orang selama ini. Padahal solar plexus adalah tempat berkumpulnya energi cadangan tersebut setelah dibangkitkan. Karena kesalahpahaman itu orang lain memerlukan waktu yang sangat lama dalam mempelajari tenaga dalam. Dalam proses perangsangan, energi dari hasil reaksi ATP memiliki proses tertentu. Ketika oksigen dihisap secara normal oksigen hanya digunakan sebatas membantu lancarnya peredaran darah, melancarkan metabolisme tubuh dan mensuplai otak dengan kadar yang cukup. Oksigen juga merangsang energi yang ada dalam tubuh untuk menghidupkan aktifitas tubuh yang sempit sekali, hanya cukup untuk menggerakan tubuh secara normal. Tetapi lain halnya dengan pengambilan oksigen secara khusus dalam latihan tenaga dalam, untuk membangkitkan tenaga dalam diperlukan oksigen yang banyak dan efektif.

Satu-satunya jalan ialah dengan cara mengubah pernafasan biasa menjadi pernafasan spesial, yaitu dengan mengoptimalkan oksigen yang masuk jangan sampai terbuang percuma sedangkan untuk bagian lain harus seimbang. Untuk membangkitkan energi cadangan secara cepat, oksigen harus diputarkan secara cepat pula ke seluruh tubuh dan membuang gas beracun CO2 secara cepat. Karena itu, saat membuang nafas badan harus dikejangkan. Dengan pengejangan tubuh, oksigen akan berputar membentuk pusaran energi yang menyerap seluruh energi di tubuh yang tersebar dan tersembunyi. Sedangkan pembuangan gas beracun dilakukan dengan cara membuang nafas melalui mulut.

Bila kedua hal tersebut dilakukan maka oksigen yang berputar di dalam tubuh kita adalah oksigen bersih tanpa CO2. Ini salah satu rahasia juga, mengapa orang-orang yang mempelajari tenaga dalam secara benar selalu sehat dan jarang sakit.

Hawa Panas dan Hawa Dingin.

Tenaga dalam atau energi cadangan hasil ATP beroksidasi itu membentuk getaran-getaran yang tersalurkan pada urat-urat tubuh dan pembuluh-pembuluh darah apabila disalurkan. Getaran-getaran energi ini berbeda-beda, ada yang panas dan ada yang dingin, tergantung bagaiman cara orang itu berlatih. Energi panas (positif) dan energi dingin (negatif) tersebut dapat bangkit secara bersamaan apabila orang tersebut kemasukan virus atau bakteri patogen. Dengan kata lain orang yang sakit akibat kuman. Bila hal itu terjadi, tubuh akan membentuk semacam suatu kondisi untuk membunuh penyakit yaitu dengan cara mengacak suhu tubuh, kadang panas dan kadang dingin. Sebenarnya gejala yang biasa kita sebut dengan demam itu merupakan mekanisme tubuh untuk melawan penyakit dengan menggunakan energi cadangan atau tenaga dalam secara otomatis. Sedangkan fungsi dari obat hanyalah untuk merangsang kekebalan tubuh agar bereaksi secara cepat dan kuat. Dua energi ini dapat dibangkitkan melalui latihan yang tepat. Ukuran bangkitnya energi cadangan tubuh yaitu dengan terasanya hawa hangat pada perut atau ulu hati. Hawa hangat ini tidak terpencar-pencar dan bisa kita salurkan ke bagian tubuh manapun yang kita mau. Makin lama hawa hangat itu makin panas dan menyalurkannya makin gampang.

Tenaga dalam yang diajarkan di LSBD HI beraliran panas. Hal ini dikarenakan aliran panas tidak memiliki efek samping dan dapat diubah menjadi hawa dingin apabila sudah kuat. Bukan berarti tenaga dalam yang hawa dingin tidak diajarkan. Untuk melatih hawa dingin diperlukan waktu yang lebih lama dibandingkan untuk melatih hawa panas. Selain itu efek samping hawa dingin sangat berbahaya, yaitu impoten/frigid, pembekuan darah, rematik dan lain sebagainya.

Jadi kalau ingin mempelajari hawa dingin, harus mempelajari yang panas juga. Hanya latihannya minimal 8 jam sehari, sebab dua hawa yang bertolak belakang yang dilatih memerlukan perhatian khusus.

Orang yang memiliki tenaga dalam yang lumayan memiliki kecenderungan untuk menjauhi permusuhan, kecuali dalam membela diri maupun membela yang patut dibela secara aturan. Kecenderungan ini dikarenakan takut terjadi kesalahan tangan sehingga menimbulkan korban. Tenaga dalam yang tinggi juga mempengaruhi kepribadian secara kimiawi. Dengan kimia tubuh yang teratur orang tidak akan cepat marah, malah sulit sekali untuk marah karena bawaan tubuhnya tenang.

Energi cadangan ini apabila disalurkan pada suatu titik tertentu akan membentuk kekuatan yang dapat dipergunakan untuk menghancurkan benda-benda keras, pengobatan dan lain-lain. Energi inilah yang dipergunakan oleh kalangan persilatan di dalam menambah mutu silatnya, juga dapat dipergunakan sebagai senjata yang ampuh. Manusia jika mampu meningkatkan kekuatannya sebesar 0,1-0,3% (sehingga menjadi 2,6-2,8%) dapat membunuh seekor kuda dalam sekali pukul atau dapat mematahkan lima batang kikir baja yang ditumpuk. memecahkan batu kali pun bukan halangan bagi yang memiliki tenaga dalam

Fungsi-fungsi Tenaga Dalam.

Penggunaan dan manfaat tenaga dalam di dalam kehidupan sehari-hari tidak sebanyak penggunaan tenaga metafisika. Hal ini disebabkan tenaga dalam di dalam mempengaruhi kondisi seseorang tidak sehalus tenaga metafisika. Ada beberapa fungsi pokok dari tenaga dalam yang merupakan fungsi inti yang bisa dipergunakan di kehidupan sehari-hari.

Fungsi-fungsi tersebut diantaranya adalah :

  1. Tenaga fisik menjadi jauh lebih kuat apabila tenaga dalam sudah mencapai tingkat tertentu. Jadi bila dengan tenaga fisik biasa kita hanya mampu mengangkat beban 50 kg, dengan dibantu penyaluran tenaga dalam kita dapat mengangkat beban yang lebih berat dari itu.
  2. Untuk mempertajam panca indera. Jadi kelima panca indera mulai dari penglihatan, pendengaran, penciuman, indera peraba dan perasa menjadi lebih peka pada tingkatan tertentu ke atas.
  3. Untuk membangkitkan indera keenam. Indera keenam yang lazim disebut dengan Extra Sensory Perception (ESP) bila sudah bangkit maka firasat kita akan menjadi tajam dan bisa mengetahui adanya bahaya sebelum terjadi. Selain itu juga bisa mengetahui niat jahat seseorang hanya dengan melihat sekilas raut wajah orang tersebut.
  4. Untuk menghancurkan benda-benda keras. Target kesanggupan memecahkan benda keras tersebut tergantung dari tingkatan tenaga dalam yang dikuasainya. Makin tinggi tenaga dalamnya, makin besar daya hancur terhadap sasarannya.
  5. Untuk meringankan tubuh. Anda mungkin tidak akan percaya bahwa seorang ahli tenaga dalam dapat berlari jauh lebih cepat daripada sprinter juara dunia atau melompat melebihi rekor dunia yang ada.
  6. Untuk memperkuat memori otak. Otak kita memiliki berjuta-juta sel dengan kapasitas memori yang sangat besar, bahkan sampai sekarang belum ada kepastian berapa kapasitas sebenarnya dari memori otak manusia. Bila sel-sel otak memiliki suplai energi yang cukup, semua memori otak akan bekerja. Anda mungkin tahu bahwa penemu Teori Relatifitas yang diakui sebagai orang jenius. Padahal ia baru mampu menggunakan 3% kapasitas sel otaknya. Dengan latihan tenaga dalam, orang dapat merangsang daya kerja sel-sel otak yang tadinya bersifat pasif karena kekurangan suplai energi.
  7. Untuk meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh terhadap serangan fisik dan serangan penyakit. Tubuh akan menjadi kebal terhadap berbagai macam penyakit apabila tenaga dalam kita sudah kuat. Bahkan sekaligus bisa mengobati penyakit yang sudah menahun. Sebenarnya tubuh yang menjadi lemah adalah karena kekurangan energi. Tenaga yang dahsyat dapat membuat tubuh menjadi kuat sekali bahkan tahan terhadap benturan sekuat apapun. Dengan energi yang lebih, tubuh akan menjadi semakin padat dan searah sehingga tubuh menjadi alot sekali. Maka wajar apabila orang yang memiliki tenaga dalam sangat besar, tubuhnya akan tebal terhadap segala jenis senjata, benturan, penyakit dan segala macam gangguan medis maupun nonmedis.
  8. Untuk memperkuat benda lemas. Jadi di tangan seorang ahli tenaga dalam benda yang lemas seperti selendang dapat dijadikan senjata yang ampuh. Bahkan bisa dipergunakan untuk menghancurkan benda-benda keras. Pada zaman sekarang ini sedikit sekali yang mampu melakukan hal demikian
  9. Untuk Telekinetik. Tenaga dalam apabila sudah mencapai tingkat tertentu, dapat dipergunakan untuk menggerakan benda dari jarak jauh. Pemindahan benda dari jarak jauh tersebut dapat dilakukan melalui dorongan jarak jauh.


Sebenarnya banyak sekali perkembangan dari sembilan fungsi pokok diatas, hanya terlalu panjang apabila kita bahas dalam diktat ini. Kebanyakan tenaga dalam lebih efektif apabila digunakan dalam pertempuran, sebab memiliki daya hancur yang tinggi dan memiliki daya penyembuh yang tinggi pula. Berbeda jauh dengan tenaga metafisika. Tenaga metafisika di dalam mempengaruhi suatu objek sangat halus, bahkan dapat dikatakan prosesnya tidak terasa tetapi hasilnya nyata.

2. ILMU SILAT

Ilmu silat adalah gerak tubuh yang berupa teknik dan taktik untuk membela diri dan mengantisipasi setiap aksi berupa serangan-serangan fisik. Ilmu silat yang diajarkan di Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman Indonesia memiliki jurus-jurus yang berbeda dengan perguruan lain, sebab memiliki rahasia tersendiri.

Diajarkan pula teknik atau jurus-jurus dengan menggunakan senjata. Ada delapan belas senjata yang dipergunakan di Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman Indonesia. Selain itu ada satu senjata khas Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman Indonesia yang belum diperkenalkan sebab terlalu berbahaya dan senjata tersebut termasuk ke dalam senjata rahasia. Sebenarnya semua benda dapat dijadikan senjata bila Anda mau.

Dan sebenarnya, tangan serta kaki yang sudah terlatih adalah senjata yang sangat ampuh, apalagi bila dalam pelaksanaannya digabungkan dengan

tenaga dalam dan tenaga metafisika. Ada beberapa rahasia gerakan yang tidak dapat ditangkis oleh lawan meskipun lawan dalam keadaan siap. Jurus ini hanya ada di Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman Indonesia dan tidak diajarkan di perguruan-perguruan beladiri yang lain.

Syarat yang paling utama dalam bertarung adalah mentalitas. Yaitu keberanian, ketenangan dan kepercayaan diri, baru setelah itu adalah kemampuan. Kemampuan tanpa keberanian ibarat pisau tajam dalam sarungnya, tidak ada gunanya. Tetapi keberanian tanpa kemampuan adalah konyol. Jadi kedua-duanya harus bersatu. Kemampuan Anda akan memuncak dengan mentalitas yang tinggi, sebab dengan mentalitas yang baik Anda tidak akan ragu-ragu dalam memasukkan pukulan dan menghentakkan tenaga. Dengan keberanian, Anda tidak akan takut saat bertarung.


3. TENAGA METAFISIKA

Tenaga Metafisika adalah suatu bentuk energi dahsyat yang dapat didapat dengan berbagai cara. Antara lain dengan jalan diisi oleh sang guru atau dengan jalan bertapa dan berpuasa. Energi ini berasal dari luar tubuh manusia dengan berbagai macam kegunaan, misalnya untuk pertahanan diri, pengobatan, pukulan jarak jauh dan sebagainya.

Selain di dalam tubuhnya, manusia pun memiliki energi potensial di luar tubuhya. Energi yang ada di luar tubuhnya bersifat elektromagnetik karena memiliki muatan negatif dan positif dimana secara fungsional merupakan atmosfer yang menyelubungi tubuh manusia serta bergerak secara terus menerus, yang jika sudah diperkuat bisa berubah bentuk/fungsi sesuai keinginan manusia itu sendiri.

Secara umum gelombang elektromagnetik yang menyelubungi tubuh manusia ini dikenal dengan nama Aura. Pada masa ini dengan kemajuan teknologi optik keberadaan gelombang elektromagnetik tubuh tersebut dapat dibuktikan secara riil dengan hasil foto menggunakan Kamera Kirlian yang diciptakan oleh Kirlian, seorang ilmuwan berkebangsaan Rusia, yang kini disempurnakan menjadi Aura Camera 6000.

Dari aspek fungsional, dengan kamera tersebut kita dapat melihat selubung elektromagnetik yang menyelimuti tubuh manusia dengan perwujudan beragam spektrum warna dengan implikasi berdasarkan kondisi fisik dan psikisnya.

Potensi energi berupa gelombang elektromagnetik ini dapat ditingkatkan dayanya dengan melakukan penyerapan energi dari alam. Perlu diketahui bahwa tubuh kita memiliki mekanisme penyerapan dan ekstraksi energi dari alam sekitarnya dengan menggunakan kemampuan gelombang elektromagnetik tersebut.

Semakin besar daya yang dimiliki oleh gelombang elektromagnetik tubuh akan berdampak semakin besar pula kemampuan yang dimiliki oleh tubuh dalam memanfaatkan energi tersebut untuk berbagai macam kebutuhan.

Pendayagunaan gelombang elektromagnetik tubuh secara fungsional hanya mengandalkan program/perintah yang diberikan oleh pikiran kita. Secara otomatis energi gelombang elektromagnetik tubuh tersebut akan berfungsi sesuai perintah yang diberikan oleh otak kita.

Hal tersebut bukanlah merupakan sesuatu yang mengherankan, karena pada prinsipnya seluruh potensi materi dan non materi pada diri manusia berfungsi berdasarkan perintah-perintah yang diberikan oleh otak kita.

Gelombang elektromagnetik tersebut dapat dimanfaatkan antara lain sebagai berikut :

    a. Membentuk energy shield yang bermanfaat untuk menahan serangan bibit penyakit, tahan terhadap cuaca yang ekstrim (panas/dingin) ataupun benturan secara fisik. b. Mengobati berbagai macam penyakit dengan mekanisme percepatan regenerasi sel, peningkatan antibodi dan perubahan kode genetik bagi penyakit turunan. c. Mempertahankan kondisi homeostatis tubuh.


Secara realitas konsep mengenai tenaga dalam dan tenaga metafisika secara faktual perspektif dan spektrumnya masih sangat luas dengan kompleksitas yang tinggi. Eksposisi di atas hanyalah sebagian kecil dari konsep mengenai tenaga dalam dan tenaga metafisika (gelombang elektromagnetis tubuh manusia).

Tiga golongan tenaga metafisika di dunia :

A. Tenaga metafisika hitam murni
Merupakan suatu jenis tenaga metafisika yang didalam mendapatkannya dengan cara-cara yang sesat. Misalnya harus meminum darah bayi setiap bulan sekali sampai ilmunya sempurna, harus juga meminum darah perawan sebanyak yang telah ditentukan, dan lain sebagainya yang sifatnya sesat serta dikutuk oleh seluruh agama.

B. Tenaga metafisika golongan hitam berselubung putih
Yaitu suatu jenis tenaga metafisika yang didalam mendapatkannya melalui jalan yang kelihatannya baik, tetapi menjurus kepada bid'ah atau syirik. Tenaga metafisika semacam ini biasanya menggunakan mantera-mantera keagamaan atau syarat-syarat yang sifatnya ritual. Misalnya dengan berpuasa kepada ayat-ayat suci Al-Qur'an dengan niat untuk mendapatkan ilmu, wirid-wirid yang mengada-ada, mantera-mantera dalam bahasa arab atau bahasa agama yang dianutnya, dan lain sebagainya seperti yang sudah dijelaskan dalam point penjelasan tenaga metafisika bantuan jin.

C. Tenaga metafisika golongan putih
Yaitu suatu jenis tenaga metafisika yang diberikan atau diturunkan langsung oleh Allah SWT tanpa perantaraan dan syarat-syarat tertentu. Tenaga metafisika tersebut bila diturunkan kepada Nabiyullah disebut mu'jizat, bila kepada wali atau penyebar agama Islam disebut karamah dan bila kepada manusia biasa disebut maunah, ada juga yang menyebut maunah sebagai ilmu laduni. Tenaga metafisika jenis ini bisa diturunkan kepada orang lain tetapi pertanggungjawabannya di akhirat nanti sangatlah berat. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surat Shaad mengenai mu'jizat yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Sulaiman as yang artinya :

"Lalu Kami tundukkan angin kencang untuk dia, angin mana saja dapat berhembus ke mana saja menurut kemauannya. Dan Kami tundukkan pula untuk dia syetan-syetan, semuanya ahli bangunan dan penyelam. Dan syetan-syetan yang lain yang membangkang bersama-sama diikat dengan belenggu. Inilah tiga ni'mat utama yang Kami karuniakan kepadamu, boleh engkau berikan kepada orang lain atau engkau tahan untuk dinikmati sendiri tanpa pertanggungjawabannya." (QS Shaad : 36-39)

Jadi sudah jelas bahwa tenaga metafisika yang diturunkan oleh Allah SWT dapat diturunkan kepada orang lain, tetapi pertanggungjawabannya di akhirat kelak akan sangat berat.

Perbedaan Tenaga Metafisika dan Tenaga Dalam Tenaga Dalam

No Tenaga Dalam Metafisika
1.
Dibangkitkan melalui olah nafas dan latihan latihan khusus
Dibangkitkan melalui mantera-mantera, amalan, diisikan oleh sang guru dengan berbagai istilah.
2.
Dalam pukulan jarak jauh, ada angin pukulan berhembus kuat dan benda sasaran akan hancur oleh angin tersebut.
Dalam melakukan pukulan jarak jauh, tidak ada angin pukulan tapi lawan akan jatuh atau sasaran akan hancur
3.
Dapat melakukan pemecahan benda keras dengan tangan kosong tanpa bacaan tertentu
Dapat melakukan pemecahan benda keras tapi dengan bantuan jin dan bacaan tertentu.
4.
Dalam pertahanan jarak jauh, orang yang menyerang terpental, benda padat akan hancur sebelum menyentuh tubuh. Hal ini bisa dilakukan oleh orang yang bertenaga dalam besar dan penyaluran sangat sempurna.
Dalam pertahanan jarak jauh, penyerang harus dalam keadaan emosi supaya bisa terpental, tetapi bila dengan bantuan jin penyerang tidak harus emosi. Biasanya ada bacaan-bacaan khusus untuk menggunakannya.
5.
Membentuk getaran-getaran hawa dingin dan hawa panas sesuai dengan cara orang itu berlatih.
Tidak ada hawa panas dan dingin, tapi ada hawa yang menggerakan tubuh yang berasal dari luar tubuh yang disebut dengan medan elektro-magnetik tubuh
6.
Tidak dapat dicabut
Dapat dicabut
7. Semua gerakan digerakkan secara sadar. Ada gerakan bawah sadar dengan istilah kepekaan, sambatan, dsb.
8. Tidak ada pantangan karena dibangkitkan melalui latihan Ada yang memiliki pantangan dan ada yang tidak
9.
Kegunaannya sangat luas. Misalnya seperti menambah ketajaman panca indera, melipatgandakan tenaga, meringankan tubuh, membangkitkan ESP, atau untuk pengobatan
Satu ilmu hanya memiliki satu fungsi tetapi ada juga yang memiliki banyak kegunaan hingga seperti tenaga dalam. Inilah yang dipakai beberapa perguruan dengan dalih tenaga dalam.


Keterangan diatas adalah inti dari perbedaan antara tenaga dalam dan tenaga metafisika. Memang bagi orang awam sangat sulit untuk dibedakan tapi dengan sedikit keterangan ini semoga bisa dijadikan acuan untuk membedakan tenaga dalam dengan tenaga metafisika.