BAGINYA, hidup adalah ibadah. Itulah visi dan misi hidupnya, Untuk mendukung dan mencapai visi misinya tersebut, ayah dari Pertala Maruta Mandraguna dan Reksa Gumarang Kencana ini mendirikan Yayasan Hikmatul Iman Indonesia, 20 April 1989. Dua divisi utamanya Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman (LSBD HI) dan Hikmatul Iman Therapy House (HITH) telah berkembang dengan pesat. Dicky yang bertindak sebagai pendiri sekaligus guru utama mengajarkan beberapa materi bela diri berupa tenaga dalam, tenaga metafisika, dan silat.Sebagai penemu bela diri ini, alumnus Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung ini mengaku mulanya tidak menyadari kalau dirinya memiliki kelebihan-kelebihan tertentu, khususnya dalam tenaga dalam. "Saya tumbuh seperti halnya kebanyakan orang, kalaupun ada hal-hal yang mampu saya lakukan sementara orang lain tidak. Mulanya saya anggap itu sebagai hal wajar," ungkap Dicky
Seiring dengan perjalanan waktu, kesadaraan atas kelebihan yang dimilikinya mulai berkembang dalam diri Dicky. Lantas, ia pun berpikir untuk mengaplikasikan kelebihannya itu hingga dapat berguna bagi masyarakat banyak. Dicky pun mulai menggunakan kelebihannya untuk melakukan pengobatan. Secara langsung dia melakukan terapi pada pasien, namun ia mengakuinya juga sebagai sarana latihan.
"Saya melakukannya sekaligus latihan. Jadi kondisi kesehatan saya tetap terjaga di tengah kesibukan sehari-hari, walaupun saya yakin Allah juga memelihara saya," ujarnya
Setelah menyadari kalau dirinya mampu mengobati penyakit, perlahan-lahan kemampuan bela diri mulai muncul padanya, Ia pun sempat bertanya-tanya dari manakah asal kekuatan yang ia miliki?
Lewat rasa ingin tahu yang besar, pengasuh acara interaktif Aura di Radio Dahlia setiap Selasa malam ini mengamati proses dan reaksi-reaksi yang terjadi dalam tubuhnya sendiri, hingga akhirnya ia sampai pada keseimpulan bahwa di dalam tubuhnya terjadi pergerakan aktif sel-sel yang semakin lama semakin menguat hinga menghasilkan energi. Konsep itulah yang kemudian ia terapkan dalam mengajarkan tenaga dalam pada siswa-siswa yang tergabung di LSBD HI.
"Setiap orang bisa memiliki energi-energi dalam dirinya, tentu saja setelah melalui latihan-latihan tertentu," jelasnya.
Walaupun latar belakang pendidikannya ilmu sosial, namun penemu teknologi untuk mengaktifkan sel otak ini (brain activator) berhasilkan membuat berbagai temuan hanya dengan bermodal kemampuan kritisnya dalam berpikir dan memahami ayat-ayat Alquran. Ia berhasil menemukan mikroba negatif yang bermanfaat, juga beberapa penemuan tentang gelombang elektromagnetik dan pupuk serta pakan organik.
SUATU organisasi tentunya tak lepas dari visi dan misi yang ingin disampaikan pendirinya. Dengan niat ibadah dan menyebarkan kebenaran (alhaq), Dicky menggagas Hikmatul Iman Indonesia sebagai lembaga dakwah yang lebih terorganisasi dan profesional. Ia mengaku dengan mendirikan organisasi membuat arah syiar semakin jelas.
Pria kelahiran Bandung, 22 Maret 1968 ini bertindak sebagai ketua Yayasan Hikmatul Iman memiliki misi utama membina dan mengembangkan syiar Islam disamping membentuk pribadi yang berahlakul karimah, membina mental spiritual generasi muda yang sehat, dan membantu pemerintah dalam melakukan pembangunan nasional baik di bidang pendidikan, sosial ekonomi, dan kesehatan masyarakat.
Kiprahnya yang fenomenal ini membuat dirinya tercatat sebagai salah satu tokoh dalam 101 tokoh "Profil Top Indonesia" yang diterbitkan Pusat Profil dan Biografi Indonesia
Dalam jangka panjang, ia bercita-cita membangun rumah sakit gratis yang diperuntukkan, terutama bagi masyarakat golongan ekonomi menengah bawah. Harapan lainnya adalah mendirikan padepokan sebagai tempat silaturahmi dan menambah syiar Islam serta menambah ikatan persaudaraan
Lewat kegiatan yang dilakukannya, Dicky berharap di era mendatang umat Islam bangkit kembali meraih kejayaan seperti masa silam, ketika umat Islam memegang kendali atas perkembangan ilmu pengetahuan. "Untuk itu kita perlu terus mengkaji Alquran, sebab di dalam kitab suci ini terkandung semua bentuk ilmu," ajaknya.
Dicky memang menyumbangkan segenap kemampuan serta kelebihan yang dimilikinya untuk umat. Di balik kelebihan yang dimilikinya, ia bahkan bertanya-tanya, apakah sebagai anugerah atau cobaan? "Bagi saya ini merupakan cobaan, sehingga saya harus mengoptimalkan segala potensi yang saya miliki ini untuk sebaik-baiknya kebutuhan dan kepentingan umat. Walaupun tak jarang feedback-nya buruk dengan munculnya fitnah dan ejekan-ejekan. Maklum saya memahami Islam bukan didapat dari pesantren," ujarnya.
DICKY menikahi Risti Aristia Finia 25 Maret 1995, yang juga sama-sama alumnus STKS Bandung. Hanya Risti masuk 2 tahun setelah Dicky mengakhiri studinya. Mereka mengaku hanya kenal tak kurang dari 3 bulan.
Setelah menikah, banyak hikmah yang didapatkannya. Setidaknya alumnus SMU 2 Bandung ini semakin memahami hakikat interaksi sosial. Baginya, sikap ingin menang sendiri tidak boleh muncul dalam keluarga, semuanya memiliki hak dan kewajiban untuk saling melengkapi dan memberi.
Bagaimana pun keluarga harus yang utama, lanjut Dicky. Sesibuk apa pun, tidak ada alasan untuk mendidik dan melindungi mereka. Mengajarkan kebenaran dan nilai-nilai luhur Islam. Banyak yang sukses dalam karier dan pekerjaan seseorang, namun bila dilihat dari keluarga, belum tentu. Di tengah kesibukannya yang luar biasa, bagaimana Dicky mendidik keluarganya? "Saya berusaha berkomunikasi dengan bahasa masing-masing anggota keluarga. Bila istri saya sukanya shopping, saya juga ikut ketika dia memiliki keinginan untuk itu. Malah yang belanjanya lebih banyak saya. Ha.. ha... ha..," ujarnya.
Dicky juga masuk ke dunia anak, misalnya menjadi teman main play stations anaknya, Pertala. Dia mengaku hobi bahkan sering jadi tempat bertanya bila anaknya kesulitan dalam bermain. Begitupun dengan Reksa, Dicky menjadi teman main mandi bolanya, dan mainan-mainan lainnya.
Ketika berkunjung ke rumahnya, Dicky ditemani si bungsu Reksa yang kebetulan baru pulang sekolah playgroup. Pada waktu bersamaan Reksa bercerita tetang istri teman gaibnya. Dicky mengaku anaknya memiliki teman di dunia khayalannya dan dia seakan tampak baginya. Apakah Akang membiarkannya? "Ya, bahkan dia sengaja saya latih dan saya aktifkan otaknya, agar bisa mewarisi kemampuan yang saya miliki. Saya yakin yang ia maksudkan (isti -red) adalah jin," ujarnya.
Sebenarnya, apa yang dialami anak-anaknya tak lebih sebagai refleksi dari masa lalunya. Dicky juga sebenarnya dianugerahi kemampuan melihat alam gaib sejak kecil. Tak heran bila dalam beberapa kesempatan Dicky diminta untuk menjadi narasumber dalam acara "Dunia Lain".
(Sumber:http://www.hikmatul-iman.com)






1 komentar:
salam kenal buat kang dicky saya kang saman dari duri riau saya baru masuk hi kira2 3 bulan yang lalu bahkan belum pengukuhan tetapi setelah saya ikuti secara serius banyak sekali yg saya dapatkan dari latihan tersebut terutama kesehatan diri saya saaya rasakan semakin sehatdan banyak lagi yg saya dapat, kang bagai mana kalau pengukuhan nanti kang dicky datang ke duri dan kalau bisa saya dikukukan oleh kang dickyhanya itu saja terimakasi kang.
Post a Comment
Please a Leave Comment here...but not SPAM!!!